buku darurat Imam atau perlunya seorang Imam merintis secara mendalam tentang urgensi dan perlunya seorang Imam zaman serta menerapkan kualitas dan keunggulan seorang imam yang diperlukan itu sebagai penuntun Ilahi, yang mengartikulasikan zaman dan seorang penerima Wahyu Allah yang berkesinambungan, serta mengemukakan bahwa semua kualitas ini sepenuhnya dimiliki oleh wujud Suci penulis buku ini
buku ini merupakan kumpulan tulisan khutbah fatwa dan ceramah dari Mirza Ghulam Ahmad seorang pendiri jamaah Ahmadiyah tentang Alquran. isi buku ini akan memberikan gambaran tentang Benarkah Mirza Ghulam Ahmad dan ahmadiyah tidak menghargai Alquran sebagai kitab suci umat Islam? Bagaimanakah nilai Alquran dipandangan Mirza Gulam dan pengikutnya
Buku ini merupakan pidato hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Al-Masih Al- Mau'ud yang di sampaikan pada jalsah salanah27 Desember 1905.
Buku ini merupakan tinjauan atas perdebatan antara Abu Saeed Mohammad Hussain Batalwi dengan Maulvi Abdullah Sahib Cakralwi yang memperdebatkan tentang sumber hukum dalam islam.
buku ini aslinya adalah sebuah makalah yang dibacakan pada acara Konferensi agama-agama Besar di Lahore, pada bulan desember 1896.
dalam buku ini, kabar suka tentang kuadrat kedua dan adanya Lembaga Khilafat dikemukakan, yang keberadaan silsilahnya akan terus tegak berdiri hingga hari kiamat.
pidato ini berisi penelitian tentang perbandingan antara agama islam, hindu dan Kristen, sekaligus menunjukan bahwa doktrin dan amalan ajaran islam jauh lebih unggul dibandingkan dengan dua agama yang disebut tadi.
buku ini meneliti perlunya alquran di turunkan dan bagaimana kitab-kitab suci lainnya mengalami interpolasi, penambahan, pengurangan dan sebagainya.buku ini juga mengemukakan nubuwatan-nubuwatan yang disampaikan oleh para nabi terdahulu tentang akan datangnya nabi muhammad saw.
buku ini merupakan bagian pertama dari rangkaian terjemahan versi bahasa indonesia berupa ekstrak dari tulisan, pidato, pengumuman dan wacana Masih Mau'ud dan Imam Mahdi, Hadhrat mirza Ghulam Ahmad dari Qadian, pendiri Jemaat Muslim Ahmadiah (1835-1908).
ini adalah sebuah buku yang tampil sebagai salah satu karya paling berpengaruh dari hadhrat Masih Mau'ud dan Imam Mahdi, dan akan terus mengubah kehidupan bahkan hingga hari ini.